Mungkin sulit bagi kita untuk menerima kenyataan bahwa masih ada sebagian warga Indonesia yang tidak mengenal teknologi TV, telepon, dan handphone, bahkan listrik pun belum masuk ke wilayah tempat tinggal mereka. Mungkin sulit bagi kita untuk percaya, bahwa masih ada orang yang mandi di sungai dan menggosok tubuh mereka dengan batu atau sabut kelapa, bukan dengan sabun! Saudara, hal itu masih terjadi.
Ev. Ayuningsih, seorang penginjil melayani di pedalaman Kalimantan Barat mengirimkan surat kepada kami.
Kejamnya Pedalaman Kalimantan Merenggut Nyawa
"Biaya hidup di pedalaman begitu tinggi. Air mineral per galon dihargai Rp 30.000,-, minyak tanah Rp 20.000,-. Kami hanya bisa makan umbi-umbian dan jagung, minum air mentah karena kami tidak mampu memasaknya dan menggosok gigi dengan sabut kelapa. Tidur pun beralaskan kulit kayu yang lembut atau daun pisang kering. Pakaian saya dan jemaat sudah sobek-sobek dan saat beribadah pun hanya mengenakan celana pendek dan baju yang kumal."
Beberapa hamba Tuhan pendatang pun merasakan kejamnya hutan pedalaman Kalimantan. Pernah Ayu menemani seorang pendeta perempuan asal Jakarta pergi melayani di daerah tersebut. Pendeta perempuan itu hampir mati sesak nafas karena kelelahan dan kakinya bengkak padahal baru menempuh perjalanan 6 km, sedangkan masih 67 km lagi yang harus dijalani.
Di tengah kondisi seperti ini ada seorang hamba Tuhan dari Surabaya yang masih tidak percaya bahwa keadaan di pedalaman itu sebegitu memprihatinkannya sampai ia memutuskan untuk mendatangi lokasi pelayanan di pedalaman Kalimantan. Setelah hamba Tuhan itu menempuh perjalanan 13 km, dia kejang dan meninggal dunia seketika. Mayatnya dibopong dan dibawa dengan sepeda motor diapit oleh pengendara dan satu lagi orang yang dibonceng dibawa ke kota untuk dikembalikan ke tempat asalnya. Demikianlah beratnya tantangan medan pelayanan di pedalaman Kalimantan.
Kebutuhan Hamba Tuhan di Daerah
"Terima kasih kepada YASKI yang telah membantu saya dalam usaha beternak bebek. Kini saya sudah bisa membeli bibit bebek dan makanannya. Saya melihat banyak hamba Tuhan yang sudah dibantu YASKI, kini berhasil dan membantu hamba Tuhan lainnya di pedalaman. Hanya saja, di Kalimantan Barat masih ada ratusan ribu hamba Tuhan yang belum ditolong."
Inilah jeritan hati para hamba Tuhan di daerah, meski kondisi begitu sulit, namun kami percaya Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya begitu saja. Anda dapat mendukung dan menolong para hamba Tuhan yang rela berkorban. |